Kajian Safiinah An Najah Bab Tanda Baligh
Kajian Safiinah An Najah
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
♻ 'Alamatul Bulugh ( Tanda Baligh )
📆 Senin, 13 Februari 2017
20:00-22:00
120 menit
___________________________________________
📖 (فصل ) علامات البلوغ ثلاث : تمام خمس عشرة سنه في الذكروالأنثى ، والاحتلام في الذكر والأنثى لتسع سنين ، و الحيض في الأنثى لتسع سنين
Alaamaatul Buluughi Tsalaatsun : Tamaamu Khomsa 'Asyarota Sanatan Fidzdzakari Wal Untsaa , Wal Ihtilaamu Fidzdzakari Wal Untsaa Litis'i Siniina , Wal Haidhu Fil Untsaa Litis'i Siniina.
🌐 Terjemah
Adapun tanda-tanda baligh ada tiga, yaitu:
1. Berumur seorang laki-laki atau perempuan lima belas tahun.
2. Bermimpi (junub) terhadap laki-laki dan perempuan ketika melewati sembilan tahun.
3. Keluar darah haidh sesudah berumur sembilan tahun bagi perempuan.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📝 penjelasan & keterangan
1. Baligh adalah sampainya batasan usia taklif. Sedangkan taklif adalah; sampainya seseorang pada usia yang dianggap oleh agama dan orang tersebut juga dalam keadaan berakal sehat, panca inderanya berfungsi secara normal dan telah sampai dakwah agama islam kepadanya.
2. Tanda – tanda bahwa seseorang sudah mencapai masa baligh dimana ia mulai terikat dengan hukum – hukum syariat itu ada 3 :
A. Seorang lelaki atau perempuan telah genap berumur 15 tahun (tahdidiyah) yang dihitung mulai sempurnanya kelahiran seorang bayi dan hitungan umur 15 tahun ini mengikuti perhitungan tahun qomariyah (tahun hijriyah).
B. Seorang laki – laki atau perempuan telah ihtilam, yaitu mimpi yang menyebabkan ia mengeluarkan mani. Begitu juga apabila telah mengeluarkan mani dalam keadaan terjaga (tidak sedang tidur), baik keluarnya karena berhubungan intim atau karena sebab lainnya.
C. Seorang wanita telah mengeluarkan darah haidh, dan keluarnya pada usia 9 tahun dengan hitungan tahun qomariyah.
3. Hikmah dari ditetapkannya umur 15 tahun sebagai batasan umur terikatnya sesorang dengan hukum – hukum syari’at (taklif) karena pada usia tersebut syahwat mulai bergejolak dan timbul hasrat seksual, begitu juga syahwat – syahwat lain seperti dalam hal makanan dan suka bermewah – mewahan. Syahwat – syahwat tersebut yang pada akhirnya mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal yang tidak patut dilakukan. Karena itu syahwat-syahwat tersebut harus dikekang dan dikendalikan dengan tali ketakwaan agar seseorang tidak menuruti syahwatnya dengan diberikan perjanjian-perjanjian dan juga ancaman. Selain itu, pada usia ini seseorang telah sampai pada kesempurnaan akal sehat juga kekuatan fisiknya, karena itu diperlukan pengarahan berupa hukum-hukum yang mengikat karena kuatnya dorongan syahwat dan pemikiran dan dirasa sudah mampu nenerima hukuman apabila menyimpang.
📚 Referensi :
- Ghoyatul Muna
- Kasyifatus Syaja
Kumpulan Pertanyaan Dan Jawaban Kajian Safinatun Najah
📌 Senin, 13 Februari 2017
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Kesimpulan ini kami buat berdasarkan hasil diskusi dari semua anggota WAG SANTRI INDONESIA
Dan tidak semuanya bisa di jadikan rujukan hukum
Kekurangan hanya milik kami,dan kesempurna'an hanyalah milik Alloh SWT
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
💎 WAG A :
Pertanyaan :
💁♂Apakah khitan juga bisa dijadikan ukuran balighnya seseorang..???
Jawaban :
TIDAK BISA
💁Karena bukan termasuk syarat Balik seorang Anak laki-laki
📝 Sebagaimana Disebutkan dalam kitab Ghoyatul Muna
Kasyifatus Syaja
Syarat Balik🌺
1. Jika sudah berusia 15 Tahun
2. Jika telah MIMPI BASAH
atau mengeluarkan Mani
Sedangkan Kedudukan khitan bagi anak tak ubahnya baiat, ikrar, peresmian,
pelantikan, sumpah pengukuhan, dan janji kesetiaan untuk memeluk agama Islam sepanjang nyawa dikandung badan.
💁Selain itu, fakta empiris menunjukkan bahwa tradisi agama Islam ini secara medis berfungsi melindungi anak dari radang pada batang penis, melindungi anak dari radang saluran kencing, melindungi anak dari penyakit kelamin, memberikan perlindungan dari penyakit kanker, dan sebagainya.
💎 WAG B
Pertanyaan : Hamba Allah
Kalo misal khurujul maniy(Keluarnya Mani) sebab istimta'(Dalam kata lain Onani/Masturbasi) apa sama dengan Ihtilam(Mimpi basah) dalam menentukan kebalikan ?? Syukron
Jawaban :
Sama Dianggab baligh sebagaimana dijelaskan pada keterangan no 2 point B yaitu baik keluar mani dalam keadaan tertidur atau sadar.
💎 WAG C
Pertanya'an : Hamba Allah
Pada poin ke 3, yang jadi patokan itu keluar haidnya (tanpa umur minimal) atau umurnya harus 9 tahun juga?
Kalau keluar darah (misalnya saja) sebelum umur 9 tahun hijriyah, apakah itu termasuk haid yang jadi tanda2 balligh?
Jawaban :
Tuhfah
( تسع سنين ) قمرية أي استكمالها إلا إن رأته قبل تمامها بدون ستة عشر يوما بلياليها فزعم إيهام هذا أن التسع كلها ظرف للحيض ولا قائل به ليس في محله ؛ لأنه إنما يوهم ذلك لو كانت التسع ظرفا وهي هنا خبر كما هو جلي وشتان ما بينهما ولا حد لآخر سنه ولا ينافيه تحديد سن اليأس باثنين وستين سنة لأنه باعتبار الغالب حتى لا يعتبر النقص عنه كما يأتي ، ثم وإمكان إنزالها كإمكان حيضها بخلاف إمكان إنزال الصبي لا بد فيه من تمام التاسعة ، والفرق حرارة طبع النساء كذا قيل والأوجه أنه لا فرق ثم رأيته صرح بذلك في المجموع حيث جعل الأصح فيهما استكمال التسع أي التقريبي المعتبر بما مر وزاد في الصبي وجها تسع ونصف ووجها عشر سنين ، وأشار إلى أن الإمام فرق بأنها أسرع بلوغا منه أي ؛ لأنها أحر طبعا منه .
Syarah syarwani
( تسع سنين ) أي وغالبه عشرون سنة وأكثره اثنان وستون سنة ع ش . ( قوله قمرية ) إلى قوله فزعم في المغني إلا قوله أي استكمالها وإلى قوله ثم رأيته في النهاية إلا قوله ذلك . ( قوله قمرية ) نسبة إلى القمر أي الهلال والسنة القمرية ثلاثمائة يوم وأربعة وخمسون يوما وخمس يوم وسدسه لأن كل ثلاثين سنة تزيد أحد عشر يوما بسبب الكسور فإذا قسطت على الثلاثين خص كل سنة خمس يوم وسدسه لأن ستة منها في خمسة بثلاثين خمسا ، والخمسة الباقية في ستة بثلاثين سدسا فيخص كل سنة من الثلاثين خمس يوم وسدسه . وأما السنة الشمسية فهي ثلاثمائة يوم وخمسة وستون يوما وربع يوم إلا جزءا من ثلاثمائة جزء من يوم والسنة العددية ثلاثمائة يوم وستون يوما لا تزيد ولا تنقص شيخنا و ع
ش
📖 Terjemahan
Seorang wanita dikatakan mengalami haid jika sudah berumur 9 tahun (taqriban), tetapi tidak harus sempurna 9 tahun, boleh kurang, asal kurangnya tidak lebih dari 16 hari. Seorang wanita boleh dikatakan haid apabila memenuhi syarat sebagai berikut :
1. Tidak kurang dari 24 jam
2. Tidak lebih dari 15 hari
3. Bertempat pada waktu mungkin/bisa haid
Jika seorang wanita itu mengeluarkan darah sebelum umur 9 tahun maka itu bukan darah haid melainkan darah istihadhoh. Karena ia mengeluarkan darah pada saat berumur 9 tahun kurang 16 hari.
TAHUN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGHITUNG UMUR HAID
Tahun yang digunakan untuk menghitung umur haid adalah tahun Qomariyah (TahunHijriyah). Jadi umur 9 tahun diatas adalah umur yang hitunganya menggunakan tahun hijriyah bukan tahun masehi, karena selisihnya banyak. Sebab 1 tahun hijriyah itu 354 hari 8 jam 48 menit, sedangkan 1 tahun masehi adalah 366 hari 6 jam.
=> Faedah
Haid merupakan tanda baligh bagi seorang perempuan. Tanda baligh bagi seseorang perempuan itu ada 3, sedangkan untuk laki-laki itu ada 2.
Untuk perempuan :
1. Keluar darah haid, setelah berumur 9 tahun atau kurang sedikit (Tidak sampai 16 hari).
2. Keluar air mani, setelah umur 9 tahun atau kurang sedikit.
3. Umur 15 tahun, jika umur 9 tahun tidak haid juga tidak keluar air mani, maka awal balighnya adalah umur 15 tahun.
💎 WAG D
Pertanyaan : Hamba Allah
Apabila seorang perempuan mengeluarkan darah pada usia 9th kurang 1 hari, apakah sudah termasuk darah haid?
Maaf 9 th kurang 1 hari menggunakan thn Qamariyah / Hijriyah. Hatur nuhun....
Jawaban :
Termasuk, bahkan batasnya ialah kurang 16 hari 16 malam,. itu termasuk darah haidh.
💎 WAG E
Pertanyaan : Hamba Allah
Mas Dinar dn Mba Ummu
Assalamu'alaikum..permisi saya mau tanya..bagai mna jika ada perempuan yg umurnya sudah melewati umur 15 thn tapi masih belum haid..padhl itu salah satu tanda jika ia dinyatakan baligh..
Jawaban :
Alamat baligh itu pilih salah 1 bkn semuanya harus ada. kalo udh haid yaudah berarti dia balig, gk perlu nunggu umur 15 thn. atw udh 15 thn tpi gk haid, ya dia udh baligh karna umurnya 15 thn.
💎 WAG F
Pertanyaan : Hamba Allah
Untuk masalah tahdidiyah untuk hitungan umur seseorang dalam menentukan balighnya seseorang itu apakah bnyak perbedaan antara hitungan tahun hijriyah dan tahun masehi.. Mohon di jelaskan..
Jawaban :
√ 9 tahun H=Umur 8 tahun M 8 bulan 23 hari 19 jam 13 menit
√ 15 tahun H=14 tahun M 6 bulan 19 hari 9 jam (sudah baligh)
(keterangan Al-jamal, Juz 1, Hal. 247)
💎 WAG G
Pertanyaan : Hamba Allah
Kalau seandainya habis mimpi basah, scra otomastis pakaiannya kan ternoda olh anu itu, lalu org itu mnunaikan solat subuh .. ? Tpi udh mndi jinabah , pkakaiane ttp Itu gmana geh..?
Jawaban :
Boleh, karena Nabi Muhammad SAW pernah shalat subuh menggunakan pakaian yg terkena mani, untuk lebih lengkapnya nanti bab syarat sholat.
💎 WAG H : (Kosong)
💎 WAG I
Pertanyaan : Kang Fathu
Apakah tidak berdosa seorang belum baligh berzina dan mencuri?
Jawaban :
Wallohu alam ya
Kembali ke pertanyaan jika anak" blom baligh melakukan maksiat(baik itu mencuri)
Sekalipun zina ttp tidak dosa, Sebagaimana hadis Nabi
Pena itu di angkat dari 3 hal:
Anak" hingga baligh
Gila sampai sadar
Org tidur sampai bangun
رفع القلم عن ثلاثة عن النائم حتي يستيقظ وعن الصبي حتي يحتلم وعن الجنون حتي يعقل.
اخرجه ابن داوود والترمذي
💎 WAG J
Pertanyaan : Sdr. Riyan Ahmad
Bagaimana hukumnya makan.memotong kuku/rambut ? Disaat kita dalam keadaan junub ....minta pencerahannya yaa ? Syukron katsiron
Jawaban :
Memotong rambut dan menggunting kuku bagi wanita haid hukumnya makruh. Jika dikerjakan tidak mendapat dosa. Adapun yang wajib di cuci setelah haid berhenti adalah tempat potongan rambut dan kuku bukan rambut dan kuku yang telah terpotong. jadi kalau sudah terlepas dari badan tidak perlu dicuci. Ta’bir dari kitab :
1. Nihayatuzzain:
وَمَنْ لَزِمَهُ غُسْلٌ يُسَنُّ لَهُ أَلَّا يُزِيْلَ شَيْئاً مِنْ بَدَنِهِ وَلَوْ دَمًا أَوْ شَعَرًا أَوْ ظُفْرًا حَتَّى يَغْتَسِلَ لِأَنَّ كُلَّ جُزْءٍ يَعُوْدُ لَهُ فِي اْلآخِرَةِ فَلَوْ أَزَالَهُ قَبْلَ الْغُسْلِ عَادَ عَلَيْهِ الْحَدَثُ الْأَكْبَرُ تَبْكِيْتًا لِلشَّخْصِ
"Barang siapa yang wajib mandi maka agar tidak menghilangkan satupun dari anggota badannya walaupun berupa darah atau kuku sehingga mandi, karena semua anggota badan akan kembali kepadanya di akherat. Jika dia menghilangkannya sebelum mandi maka hadats besar akan kembali kepadanya sebagia teguran kepadanya." (Nihayatuzzain, 1/31). Sumber kitab : Nihayatuzzain juz I halaman 31, cetakan Al Ma’aarif Bandung / halaman 31,
Komentar
Posting Komentar